Minggu, 05 Agustus 2012

Do'a Membayar dan Menerima Zakat

Assalamu'alaikum wr. wb. Niat zakat mal atau fitrah cukup di dalam hati dengan mengatakan "Aku memberikan harta ini sebagai zakat mal atau fitrah, karena Allah". Sangat baik ketika memberikan zakat membaca do'a : Kemudian yang menerima dianjurkan membaca do'a :
Semoga membantu Wassalamu'alaikum wr. wb.

Kamis, 12 Januari 2012

PENDEKATAN BELAJAR DI ASRAMA MA-MTs PADURESO MODERN GREEN SCHOOL

Home> Akademisi

 

Kami Pendekatan Untuk Belajar 



Belajar melalui pengalaman

Alih-alih melahirkan guru-dipimpin pengetahuan, guru dan siswa di  MA-MTs PADURESO MODERN GREEN SCHOOL bersama-sama membangun pengetahuan sehingga tidak ada siswa merasa ditinggalkan. Hal ini didukung oleh pengalaman lapangan dan hati-hati dirancang pekerjaan proyek dan pembelajaran terpadu. Hal ini memungkinkan pelajar untuk mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan belajar menyenangkan, kegembiraan dan tahan lama dan juga untuk menempatkan untuk menguji pengetahuan yang diperoleh.

Libatkan-bertahan-excel

Belajar dengan menciptakan sebuah pengalaman, daripada dengan hafalan, adalah menarik dan abadi. Kami bertujuan mempromosikan keunggulan daripada berfokus pada bahan hafal.

Bertanggung jawab kewarganegaraan

Proses pembelajaran di SelaQui yang paling khas. Belajar-mengajar kami metode bertujuan membuat siswa mandiri, pembelajar seumur hidup. Mereka didorong untuk unggul akademis dan untuk tumbuh menjadi warga yang bertanggung jawab dengan rasa yang kuat benar dan salah.

Pondasi kuat

Ditambah dengan fondasi yang kuat dari nilai-nilai sosial dan moral, mahasiswa  MA-MTs PADURESO MODERN GREEN SCHOOL juga mengembangkan penghormatan terhadap warisan masa lalu yang kaya sementara menguasai kompleksitas modernitas.

Senin, 09 Januari 2012

Mengapa Mutu Pendidikan Finlandia Terbaik di Dunia?

Mengapa Mutu Pendidikan Finlandia Terbaik di Dunia? PDF Print E-mail

Written by Anggi   
Thursday, 11 August 2011 09:40
Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA.  Amerika Serikat dan Eropa, dan seluruh dunia gempar.
Kenapa Finlandia? Orang tua mengambil peran penting dalam pendidikan anak. Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).
Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.
Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk Perguruan Tinggi. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri.
Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.
Kemajuan sebuah bangsa lebih ditentukan oleh karakter penduduknya dan karakter penduduk dibina lewat pendidikan yang bermutu dan relevan.
Bagaimana Indonesia?
Bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?
1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk Perguruan Tinggi.
2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial serta les tambahan dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.
3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.
4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2.
5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.
6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.
7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.
8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.
9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.
10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Jumat, 09 Desember 2011

STRUKTUR PENGURUS KELAS MADRASAH ALIYAH PADURESO TAHUN AJARAN 2011/2012


STRUKTUR PENGURUS KELAS
MADRASAH ALIYAH PADURESO
TAHUN AJARAN 2011/2012




Kelas                      : ……………………………………….
Wali kelas               : ……………………………………….


Ketua kelas             : …………………………………………
Wakil ketua kelas     : …………………………………………
Sekretaris               : …………………………………………
Bendahara              : …………………………………………
Seksi-seksi
1.    Kebersihan    : …………………………………………
2.    Keagamaan   : …………………………………………
3.    Keamanan     : …………………………………………
4.    Perlengkapan          : …………………………………………
5.    Kegiatan       : …………………………………………






                  
Padureso, …………………………………
Wali Kelas,



…………………………………..

Departemen jobdescription kepala&waka Madrasah


Departemen
Job Description
Posted by TIM 

"MADRASAH ALIYAH PADURESO"
 MODERN GREEN SCHOOL

JL.CENTRAL PLTA WADASLINTANG, PADURESO KEBUMEN JAWA TENGAH 54394

KEPALA SEKOLAH
A.      Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan pada setiap bagian yang ada Di sekolah baik internal maupun eksternal.

B.      Tugas
1.       Menetapkan program sekolah baik jangka panjang maupun jangka pendek.
2.       Memastikan setiap petugas mendapatkan tugas sesuai dengan keahliannya.
3.       Memastikan setiap kegiatan pada setiap bagian berjalan sesuai   dengan yang telah diprogramkan.
4.       Mengendalikan kegiatan pada setiap bagian yang ada disekolah
5.       Melakukan penilaian terhadap kinerja masing-masing bagian yang ada disekolah. 

WAKA KURIKULUM
A.      Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap kelancaran kegiatan belajar mengajar disekolah
     
B.      Tugas
1.       Menyusun program kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan kurikulum
2.       Melakukan pembagian tugas mengajar kepada guru adaftif dan normatif. menyusun jadwal pelajaran
3.       Memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan tertib dan lancar
4.       Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan test Sumatif
5.       Mengkordinir Pelaksanaan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional
6.       Melakukan pengembangan kurikulum
7.       Mengkoordinir pelaksanaan Ujian Kompetensi
8.       Memastikan bahwa setiap guru telah menyusun RPP
9.       Mengkoordinir kegiatan perpustakaan
10.   Mengkoordinir pelaksanaan tugas wali kelas.

WAKA HUMAS
A.      Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap kegiatan yang terkait dengan kerjasama Dunia Usaha / Dunia Indsutri, Masyarakat dan Penelusuran tamatan

C.      Tugas
1.       Menyusun Program yang terkait dengan kegiatan kehumasan
2.       Mengadakan MOU dengan Dunia Usaha / Dunia Industri
3.       Mengkoordinir Pelaksanaan Praktek Industri
4.       Mengkoordinir Pelaksanaan Penelusuran Tamatan
5.       Mengkoordinir Pelaksanaan Kegaiatan Unit Produksi
6.       Mengkoordinir pelaksanaan Magang di Indsutri Bagi Guru
7.       Melakukan Koordinasi dengan komite sekolah
8.       Mengkoordinir Pelaksanaan Kegiatan Pemasaran Tamatan
9.       Mengkoordinir Pelaksanaan Kegiatan Promosi Sekolah

WAKA SARANA
B.      Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap ketersediaan sarana prasarana dan bahan ajar yang mendukung keterlaksananya kegiatan belajar mengajar.
D.      Tugas
1.       Menyusun program yang terkait dengan ketersediaan sarana prasarana dan bahan ajar
2.       Menyusun daftar kebutuhan sarana prasarana dan bahan ajar
3.       Mengkoordinir pelaksanaan pengadaan sarana prasarana dan bahan ajar
4.       Mengkordinir Pelaksanaan Pemeliharaan Sarana prasarana
5.       Inventarisasi sarana dan prasarana
6.       Mengkoordinir peminjaman peralatan
         


WAKA KETENAGAAN
C.      Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap kebutuhan , pengembangan dan kedisiplinan guru.

E.       Tugas
1.       Menyusun program yang terkait dengan kebutuhan, pengembangan dan kedisiplinan guru.
2.       Menyusun daftar kebutuhan guru
3.       Menyusun daftar kebutuhan pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru.
4.       Mengurusi surat ijin guru.
5.       Memotivasi guru dalam hal kedisiplinan pelaksanaan tugas.
6.       Mengkoordinir guru piket
7.       Merekap prosentase kehadiran guru.

WAKIL MANAJEMEN MUTU (QMR)
D.      Tanggungjawab
Bertangungjawab terhadap implementasi dan pemeliharaan Sistem Manajemen ISO 9001 : 2008

F.       Tugas
1.       Memastikan proses-proses sistem manajemen mutu ditetapkan, Diimplementasikan dan dipelihara.
2.    Melaporkan kepada Kepala Sekolah kinerja sistem manajemen mutu, kendala dan setiap kebutuhan untuk perbaikan.
3.   Memastikan sosialisasi tentang kesadaran persyaratan pelanggan ke dalam internal lembaga berjalan secara efektif.
4.  Memandu pihak luar yang berkepentingan dengan penerapan sistem manajemen mutu MA PADURESO MODERN GREEN SCHOOL.

WAKA KESISWAAN
E.       Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap kegiatan yang terkait dengan kesiswaan

G.     Tugas
1.       Menyusun program yang terkait dengan kegiatan kesiswaan
2.       Mengkoordinir Pelaksanaan kegiatan Penerimaan Siswa Baru
3.       Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler
4.       Mengkoordinir kegiatan peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan.
5.       Mengkoordinir Bea Siswa dan gakin
6.       Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan disiplin siswa
7.       Mengkoordinir pelaksanaan upacara
8.       Mengkoordinir kegiatan pembinaan kepada siswa
9.       Mengkoordinir tugas BK dan BP

KEPALA TATA USAHA
F.       Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap kegiatan ketatausahaan disekolah.

H.     Tugas
1.       Menyusun program kerja yang terkait dengan kegiatan ketatausahaan
2.       Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ketatusahaan
3.       Membuka surat masuk dan memintakan disposisi
4.       Mengadakan pembagian tugas kepada Pegawai tetap dan pegawai tidak tetap.
5.       Mengetik konsep penilaian DP3 Guru dan Pegawai dari kepala sekolah
6.       Menyusun daftar urut kepangkatan ( DUK )
7.       Membuat SK Pembagian tugas guru dan pegawai
8.       Mengendalikan kegiatan ketatausahaan
     
KETUA PROGRAM KEAHLIAN (KAPROG)
G.     Tanggungjawab
Bertanggungjawab terhadap pelaksaan kegiatan dan  pengembangan program keahlian

I.        Tugas
1.       Menyusun program kerja 
2.       Membagi tugas mengajar kepada guru produktif
3.       Mengusulkan kebutuhan sarana prasaran dan bahan ajar kepada wakasek yang terkait.
4.       Mengendalikan penggunaan laboratorium yang ada diprogram keahlian.
5.       Mengendalikan kegiatan yang ada deprogram keahlian
6.       Mengembangkan kurikulum untuk mata pelajaran produktif
7.       Mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi guru produktif